![]() |
Judi Online, Judi Online Terpercaya, GilaBet |
GilaBet - Musim kompetisi 2014/2015 berakhir dengan manis bagi Juventus. Andrea Pirlo dan kolega mengakhiri Serie A Italia dengan gelar Scudeto. Judi Online Juventus memastikan titel liga tahta tertinggi di Negeri Pizza saat memainkan laga pekan ke-38 kontra Sampdoria.
Bermain di Stadion Comunale Luigi Ferraris, Juventus yang berstatus sebagai tim tamu berhasil menaklukkan Sampdoria dengan skor tipis 1-0. Dengan suntikan 3 poin, armada besutan Massimiliano Allegri mengkoleksi nilai 79 dan tidak mungkin dikejar oleh saingan terdekatnya yaitu AS Roma diposisi ke-2 yang saat itu masih mengumpulkan 64 angka meskipun menyisahkan 4 laga.
Dalam perjalanan merebut titel Scudeto musim ini, Juventus langsung tancap gas saat awal musim. Si Nyoya Tua sukses menyapu kemenangan selama 6 pertandingan pertama dengan catatan 13 gol dan gawang Gianluigi Buffon hanya kemasukan 2 gol, ini menjadi awal yang baik bagi Si Nyonya Tua. Namun dominasi Juventus diawal musim mulai menghadapi rintangan di pekan ke-7. Juventus hanya mampu bermain imbang 1-1 saat mengunjungi markas Us Sassuolo, Stadion Città del Tricolore.
Laga tandang Si Nyonya Tua kembali menuai catatan negatif saat melawat ke rumah Genoa di stadion Comunale Luigi Ferraris. Juventus dipaksa menyerah 0-1 melalui gol Luca Antonelli dimasa injuri babak kedua. Ini menjadi kekalahan perdana Juventus dipentas Serie A Italia musim 2014/2015. Selain itu pekan ke-30 menjadi mimpi buruk Paul Pogba dan kawan-kawan di kompetisi domestik saat melakoni laga tandang. Secara mengejutkan Juventus takluk 0-1 dari tim juru kunci Parma lewat gol tunggal Jose Mauri.
Total hingga akhir musim Juventus mengumpulkan 26 kemenangan, 9 hasil imbang dan 3 kali kalah. Keberhasilan klub asal Turin dipentas Serie A Italia di musim ini tidak lepas dari peran para punggawa yang hebat. Sebut saja di lini depan, Si Nyonya Tua memiliki juru gedor sekelas Judi Online TerpercayaCarlos Tevez. Carlos Tevez kerap kali menciptakan gol penting dan krusial bagi perburuan gelar Scudeto. Selain itu Paul Pogba yang berperan sebagai gelandang, tampil gemilang untuk Juventus.
Tak heran jika pesepakbola usia 22 tahun ini menjadi salah satu pemain muda terbaik yang dimiliki Juventus. Sementara lini belakang tim yang bermarkas di Juventus Stadium ini, dipimpin oleh Giorgio Chiellini. Giorgio Chiellini bersama Leonardo Bonucci dibelakang menjadi salah satu duet pertahanan terbaik di Eropa serta ditopang oleh Gianluigi Buffon dibawah mistar gawang. Pemain-pemain inilah yang dinilai berperan penting di balik suksesnya Si Nyonya Tua merebut Scudeto.
Tak hanya itu, sosok Massimiliano Allegri juga dinilai menjadikan pasukan putih hitam lebih berkarakter. Menggantikan Antonio Conte yang mampu memberikan 3 trofi Scudeto dalam 3 musim, Massimiliano Allegri sempat dicerca oleh Juventini. Namun di akhir musim, mantan arsitek AC Milan itu justru mampu mengawinkan Scudeto dan Copa Italia. Ini merupakan titel ke-31 bagi Juventus diluar gelar yang dicabut pada musim 2004/2005 dan 2005/2006 karena kasus pengaturan skor atau Calciopoli. Raihan ini juga memantapkan Juventus sebagai tim yang mampu mempertahankan gelar Scudeto selama 4 musim beruntun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar